Anda telah masuk di zona Wonua Wulele Sanggula

Pages

Assalamualaikum Banggona Anawai

Selamat Datang di Wonua Sanggula..@_^
Diberdayakan oleh Blogger.

My Big Family

My Big Family
Yanti, Leli, Mama, Aku dan Nur

Mengenai Saya

Foto saya
Universitas Haluoleo adalah kampus di mana Dia Kuliah. Sejak kelulusannya di SMA N 1 Lainea tepatnya di Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara pada tahun 2008, dia langsung melanjutkan perguruan tingginya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yaitu di jurusan Bahasa dan Seni. Pasnya di Program Studi pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah. Sejak duduk di bangku SMP yaitu SMP N 1 Lainea pada tahu 2002 dia sudah hobi menulis cerpen dan puisi. Menjadi anak bungsu dari lima bersaudara ini tidak terlihat begitu manja seperti anak-anak bungsu lainnya. Ini bisa terlihat dari keaktifan dan kesungguhannya mengurus beberapa organisasi antara lain menjadi pengurus Lingkar Studi Ilmiah Penalaran (LSIP), Semai Intelektual Muda Konawe Selatan (SIM Konsel), UKKI, Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia, dan organisasi eksternal kampus lainnya. Dia sangat hobi jalan-jalan mendatangi tempat yang belum pernah dikenalnya. Dan dia sedang berencana dengan sahabatnya untuk pergi ke suatu tempat yang sangat diimpikannya sejak 2009. Masih rahasia.. hehe.. selamat membaca Blog Putri Anawaingguluri.

Kamis, 12 April 2012

Kereta Kencana



Sudah satu jam lewat 57 menit aku menjadi orang yang ingkar janji. Janji yang sejak 5 tahun yang lalu aku nantikan bisa menjadi kenyataan namun kini aku sendiri yang membuatnya berantakan. Angin meniupku. Membawa imajinasi yang kini menjadi kegemaranku tiap kali mendapat momen. Angin masih saja meniupku hingga jauh. Jauh sekali. Sampai kudapati tempat yang kubuat sendiri dalam hayalanku.

Masuk di jam ke dua hari ini, Rabu 17 November 2014. Alhamdulillah aku masih bisa mengingat tanggal. Mungkin karena kebiasaan. Sejak mengikrarkan janji aku menjadi orang yang suka mengeja hari, melafalkan tanggal, menunggu bulan, dan merindukan tahun. Jadi aku tidak akan lupa hari ini. Hawa dini hari kian melahap kulitku yang tidak sempat tertutup kain. Kubiarkan saja dia pucat bersama bunyi-bunyi gelap yang sebentar lagi habis direbut fajar. Aku hanya peduli dengan hari di dua jam yang lalu. Aku takut jika angin akan semakin keras meniupku jauh meninggalkan hari itu. 
Guliran roda tandu mengikuti irama pikiranku yang gelisah. Menyusuri troroar yang begitu sepi dan gugup menyambut kedatanganku. Aku tahu mereka heran mengapa aku di sini. Seharusnya aku sudah di tempat itu. Tapi aku mencoba membisiki mereka, “aku tidak bisa menepati janjiku” sambil berlalu sempat terlihat siluet wajah mereka yang sendu menangisi ceritaku. Akhirnya mataku lelah dan melupakan diriku.
Aku kini menjadi pelupa. Sudah tidak lagi mengeja hari apalagi merindukan tahun. Karena waktu untuk menanti sudah terhenti beberapa jam yang lalu. Aku pun tak tahu mengapa aku harus di tempat ini. Sejak kapan aku di sini. Yang kuingat hanya suara-suara manusia yang selama ini tak pernah meninggalkanku, selalu menutupi kesedihanku dan tak pernah mengabaikan diriku untuk dicintai dan disuapi kasih sayang. Semakin larut aku di duniaku sendiri yang tak dapat kulihat secara pasti.
bersambung.....
separador

0 komentar:

Posting Komentar

Followers